ETIKA PROFESI TEKNOLOGI INFORMASI
& KOMUNIKASI
Dwyan Jaka Dirga 12160954
Fajar Triyanto 12163087
Fauzi Rizaldi 12161847
Fahri Abdillah 12162346
Samsul Arifin 12160054
Dwi Prasetyo 12160080
TUGAS PERTEMUAN 1
1. Berikan 3 contoh perubahan proses bisnis/social akibat
teknologi yang “melunturkan” nilai etika tradisional. Untuk tiap contoh,
sebutkan teknologinya, model kerjanya, nilai etika tradisional yang hilang.
Contoh :
1. Televisi
2. PS (Playstation)
3. Media Sosial dan Situs Jejaring Sosial.
Teknologi , model
kerja , dan nilai etika tradisional yang hilang pada masing-masing contoh,
yaitu;
1. Televisi
a.
Teknologi yang
digunakan
Televisi sebagai media informasi.
b. Model kerja
Televisi sebagai media informasi dari berbagai belahan dunia
dari informasi teknologi, ekonomi,
hokum, social dll, yang menampilkan secara nyata.
c. Nilai tradisional yang hilang
Namun media informasi ini telah banyak menghilangkan etika
tradisional diantaranya ;
Tayangan televisi mempengaruhi pola
berpikir serta berpengaruh pada nilai sopan santun terhadap orang yang lebih tua/sesama, cara berpenampilan, sikap dan
berprilaku (akhlaq seseorang ), juga
menimbulkan kemalasan, dan lupa waktu.
Dengan tayangan - tayangan yang
ditontonkan banyak membuat perubahan gaya hidup dengan meniru budaya-budaya yang ditampilkan, yang umumnya banyak
menampilkan budaya orang-orang barat,
seperti berpacaran, genk berandal, sopan santun yang sudah tidak sesuai etika, bahkan hingga
pergaulan bebas, dan sebagainya.
2.
PS (Playstation)
a.
Teknologi yang
digunakan
Yaitu PS
(Playstation). PS banyak digemari dikalangan masyarakat baik anak anak
maupun dewasa.
b.
Model kerja
Permainan game
berbagai variasi pilihan seperti game sepak bola, balap, stategi yang terpanpang secara visual, maupun dalam
bentuk 3D.
c.
Nilai tradisional yang
hilang
Terkuburnya
permainan-permainan tradisional, berkurangnya tingkat kreativitas pada anak-anak, malas belajar,
ketergantungan, lupa waktu, bolos sekolah, hilangnya sopan santun, taruhan bahkan hingga mencuri.
Contoh diatas hanya sebagian dari teknologi yang
merubah nilai etika tradisional.
3.
Media Sosial dan Situs Jejaring
Sosial.
a.
Teknologi yang
digunakan
Yaitu Mobile Phone (smartphone) sebagai media
penghubung ke internet. Facebook, Twitter, Line, Watshap, BBM, Instagram, Friendster dan
sebagainya sebagai media sosial
sekaligus sumber informasi yang digunakan.
b.
Model kerja
Masyarakat saat ini, lebih cenderung
mengutamakan berkomunikasi dengan menggunakan
media sosial seperti facebook,
twitter,instagram friendster, dan sebagainya.
Manfaat yang didapatkan dari media sosial seperti kemudahan bagi pengguna dalam berkomunikasi serta cepat mendapatkan informasi ( up todate ).
c.
Nilai tradisional yang
hilang
Masyarakat (kalangan muda)
jadi lebih sering sibuk dengan smartphone mereka, sehingga menyebabkan
kepekaan terhadap lingkungan sekitar menjadi kurang karena sudah merasa cukup
mendapatkan informasi melalui media sosial.
1. Memberi pengaruh pada rasa
persaudaraan kita yang hilang.
2. Dengan adanya situs jejaring social
juga sudah menghilangkan rasa takut untuk mengakses hal-hal yang berbau pornografi karena sudah
tidak merasa diawasi lagi.
2. Pelanggaran terhadap etika akan mendapatkan sanksi
social dan sanksi hukum. Kapan pelanggaran etika memperoleh sanksi sosial dan
memperoleh sanksi hukum. Berikan contoh :
Ketika kasus atau pelanggaran tersebut sudah mencapai
pada tahap yang cukup tinggi seperti pembunuhan, aksi terorisme, dan banyak
lagi, hal itu akan memberikan dampak berupa sanksi sosial dan sanksi hukum.
TUGAS PERTEMUAN 2
3. Berikan contoh etiket atau pelanggaran berinternet
yang anda ketahui dalam :
a.
Berkirim
surat melaui email
Contoh :
1. Email
Bom, Email Porno, penyebaran virus melalui attach files.
b.
Berbicara
dalam chatting
Contoh :
1. SARA dalam Chat di room, Chat Sex.
4. Jelaskan berbagai macam kegiatan apa saja yang bisa
dilakukan pada dua kegiatan di atas.
a.
Email Bom, Email Porno, penyebaran virus
melalui attach files,
Email bom adalah suatu cara untuk
membuat server menjadi down, hal ini tentu saja berada di luar etika karena
dengan downnya server, kita bisa dengan mudah mengacak-acak dan mengetahui
informasi yang seharusnya tidak kita ketahui. Email bom ini dilakukan dengan
cara mengirimkan suatu email secara serempak dan dalam jumlah dan isi yang
sama. Email bom ini menggunakan kode-kode program yang menggunakan statement
looping/perulangan sehingga email yang seharusnya dikirim sekali, menjadi
dikirim berkali-kali sehingga mengakibatkan downnya server tersebut.
Sedangkan penyebaran virus melalui
attach file sudah mulai berkurang karena adanya fasilitas scanning virus
melalui attach file. Tapi ini bisa saja terjadi karena tidak semua antivirus
bisa mendeteksi jutaan virus yang sudah beredar ini. Hal ini tentu saja melanggar etika karena telah menyebarkan virus melalui
media email.
b.
SARA dalam Chat di room, Chat Sex
Unsur SARA merupakan hal yang harus
di hindari, SARA ini dapat menyebabkan perkelahian sampai pada pertumpahan
darah. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa SARA ini merupakan pelanggaran dalam
berinternet, pada kasus kali ini kita melakukan suatu tindakan/perkataan yang
mengundang SARA di suatu room chatting. Tentu saja banyak para user-user di
room tersebut yang terpancing emosinya atau merasa terganggu. Oleh karena itu, hal-hal yang berbau SARA harus kita hindari dalam
berinternet ini.
Chat Sex sudah tidak perlu
di perjelas lagi, karena dari namanya saja sudah melanggar norma-norma yang ada
di negara tercinta kita ini.. Karena dalam semua agama yang ada, hal-hal
yang behubungan dengan sex bebas pasti di tentang, tentu saja sudah melanggar
norma agama. Pada chat sex ini, semua pembicaraan berhubungan dengan sex
menggunakan skype, dll.
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Proses
Professional” dalam mengukur sebuah profesinalisme.
Pengertian profesional itu sendiri
yaitu Pekerja yang menjalankan profesi. Setiap profesional berpegang pad nilai
moral yang mengarahkan dan mendasari nilai luhur. Dalam melakukan tugasnya
profesional haruslah objektif, dengan kata lain bebas dari rasa malu, sentimen,
benci, sikap malas, dan enggan bertindak.
Ada
empat perspektif dalam mengukur profesionalisme menurut gilley dan enggland :
1.
pendekatan berorientasi
filosofis
pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
pendekatan lambang profesional, pendekatan sikap Individu dan electic.
2.
pendekatan perkembangan
bertahap
individu (dengan minat bersama) berkumpul, kemudian mengidentifikasikan dan mengadopsi ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk merevisi persyaratan.
individu (dengan minat bersama) berkumpul, kemudian mengidentifikasikan dan mengadopsi ilmu, untuk membentuk organisasi profesi, dan membuat kesepakatan persyaratan profesi, serta menentukan kode etik untuk merevisi persyaratan.
3.
Pendekatan berorientasi
karakteristik
etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, setifikasi keahlian.
etika sebagai aturan langkah- langkah, pengetahuan yang terorganisasi, keahlian dan kopentensi khusus, tinggkat pendidikan minimal, setifikasi keahlian.
4.
pendekatan berorientasi non-
tradisional
mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.
mampu melihat dan merumuskan karakteristik unik dan kebutuhan sebuah profesi.
TUGAS PERTEMUAN 3
1. Jelaskan bagaimana bentuk profesionalisme dalam
profesi seperti : polisi, hakim, dokter, programmer, data entri operator, database
administrator dan lainnya.
A.
Polisi
Pada awal berdirinya sebuah kepolisian
yang terorganisir, profesionalisme kepolisian adalah suatu pemolisian yang memiliki
beberapa karakteristik seperti kemandirian dari politik, memiliki disiplin
tinggi serta pelatihan yang cukup, dan mampu menegakan hukum dengan tegas serta
tanpa pandang bulu. Dalam konteks tersebut maka gambaran polisi yang
profesional adalah polisi penegak hukum yang selalu menghukum dan menindak
setiap pelanggaran masyarakat (Zero Tolerate Policing). Oleh karena itulah,
seorang polisi profesional diharapkan jujur, tegas dan cakap secara teknis.
B.
Hakim
Profesi Hakim adalah profesi dengan
pekerjaan kemanusiaan yang tidak boleh jatuh ke dalam dehumanizing yang
bersifat logic mechanical hingga dapat terperosok pada jurang alienasi hukum
dari manusia dan kemanusiaan itu sendiri.
Sementara itu, dalam ranah etika, kode etik hakim yang dimaksudkan untuk memelihara, menegakkan dan mempertahankan disiplin profesi. Ada beberapa unsur disiplin yang diatur, dipelihara, dan ditegakkan atas dasar kode etik adalah sebagai berikut:
Sementara itu, dalam ranah etika, kode etik hakim yang dimaksudkan untuk memelihara, menegakkan dan mempertahankan disiplin profesi. Ada beberapa unsur disiplin yang diatur, dipelihara, dan ditegakkan atas dasar kode etik adalah sebagai berikut:
a. Menjaga, memelihara agar tidak
terjadi tindakan atau kelalaian profesional.
b. Menjaga dan memelihara integritas
profesi.
c. Menjaga dan memelihara disiplin,
yang terdiri dari beberapa unsur yaitu :
1. Taat pada ketentuan atau aturan
hukum.
2. Konsisten.
3. Selalu bertindak sebagai manajer
yang baik dalam mengelola perkara, mulai dari pemeriksaan berkas sampai
pembacaan putusan.
4. Loyalitas.
C.
Dokter
Bentuk
profesionalisme profesi Dokter :
1. Terbuka : dokter yang
profesional adalah sosok yang terbuka pada pasiennya. Dengan kata lain, dia mau
memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan seorang pasien, baik diminta
ataupun tidak. Dokter juga mampu memberikan penjelasan dengan baik dan benar.
Tidak ada keterangan yang sengaja ditutup-tutupi sehingga pasien tahu pasti apa
masalah yang dialaminya.
2. Bersedia mendengarkan
pasien : dokter juga hendaknya mau mendengarkan keluhan dan menanggapi
pertanyaan pasiennya. Dengan kata lain, komunikasi yang terjalin tidak
berlangsung satu arah atau sepihak saja. Dokter tidak hanya memberikan
instruksi, tapi alangkah baiknya menampung dan memberikan solusi bagi
permasalahan yang dihadapi pasien.
3. Punya waktu cukup :
agar dapat memberikan informasi yang lengkap dan bisa mendengarkan keluhan
pasiennya, tentunya dokter butuh waktu yang cukup. Memang persoalan waktu
adalah sesuatu yang relatif. Artinya, ada yang merasa perlu punya waktu
panjang, tapi ada juga yang merasa cukup beberapa menit saja untuk melayani
pasien.
4. Menjadi seorang dokter
juga harus selalu bersedia menjelaskan pada pasien dan keluarganya bagaimana
kondisinya, mendiskusikan bagaimana strategi pengobatannya, membantu pasien
mengambil keputusan karena hak memilih pengobatan ada di tangan pasien.
Tentunya dengan dokter memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang
untung-rugi sebuah pengobatan dengan baik akan mengurangi angka kejadian tidak
puasnya pasien pada dokter.
D.
Programmer
Bentuk
profesionalisme profesi IT :
1. Memiliki pengetahuan yang tinggi di
bidang TI
2.
Memiliki ketrampilan yang tinggi di bidang TI
3.
Memiliki pengetahuan yang luas tentang manusia dan
masyarakat, budaya, seni, sejarah dan komunikasi
4.
Tanggap tehadap masalah client, paham terhadap isu-isu etis
serta tata nilai kilen-nya.
5.
Mampu melakukan pendekatan multidispliner
6.
Mampu bekerja sama (Team Work)
7.
Bekerja dibawah disiplin etika
8.
Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila
dihadapkan pada situasi dimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap
masyarakat
9.
Dasar ilmu yang kuat dalam bidangnya sebagai bagian dari
masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad 21.
10.
Penguasaan kiat-kiat profesi yang dilakukan berdasarkan riset
dan praktis, bukan hanya merupakan teori atau konsep.
11.
Pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan.
E.
Data Entri Operator
Bentuk Profesionalisme Seorang Data Entri
Operator :
1. Seorang data entry operator harus
menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
2. Seorang data entry operator harus
mampu mengkonvensi ilmu menjadi keterampilan
3. Seorang data entry operator harus
menjunjung tinggi etika dan intergritas profesi
4. Seorang data entry operator harus
bertanggung jawab dalm menjalankan tugas seorang dat entry
5. Seorang data entry operator
harus menguasai materi yang diberikan dan menyeleksi yang akan diinput
F.
Database Administrator
Bentuk Profesionalisme Profesi DBA :
1. Memiliki
pengetahuan mengenai database yang digunakan, termasuk juga tools dan
utilities-nya.
2. Memiliki
pemahaman mengenai design database
3. Memiliki
kemampuan tuning dan monitoring terhadap database
4. Memiliki
kemampuan backup dan recovery
5. Memiliki
pengetahuan mengenai security management
6. Kemampuan
dasar seorang IT-Pro harus dimilki
7. Kemampuan
komunikasi, teamwork, dan negosiasi
8. Kemampuan
problem-solving dan analytical yang bagus
9. Familiar
dengan bahasa manipulasi utama dan prinsip dari perancangandatabase
10. Fleksibilitas
dan adaptabilitas
11. Kemampuan
organisasional yang bagus
12. Mampu
untuk bekerja dibawah tekanan pada deadline yang sempit
13. Business
awareness dan mengerti keperluan bisnis dari IT
14. Kemauan
untuk tetap up to date dengan perkembangan teknologi baru
15. Komitmen
untuk melanjutkan professional development
16. Mengerti
perundang-undangan informasi, contoh Data Protection Act
2. Pilihlah satu profesi bidang IT dan satu profesi non
IT
a. Programmer
b. Dokter
jika ingin mendownload filenya disini klik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar